您好!欢迎光临上海启迪实验设备有限公司 
导航菜单
网站标志
商品分类
点评详情
发布于:2017-12-8 07:12:22  访问:2 次 回复:0 篇
版主管理 | 推荐 | 删除 | 删除并扣分
Hikmah: Mengetahui Lebih Dekat 3 Putra Dan 4 Putri Rasulullah
Berdiskusi tentang anak dan bikir Rasulullah SAW termasuk pembicaraan yang sedikit diangkat. Tidak ganjil, sebagian penganut Islam tidak memahami berapa jumlah putra Keywords (visit this backlink) dan puti beliau maupun siapa saja nama anak-anaknya.
Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,
\"Ia pernah beriman kepadaku padamasaitu orang-orang perbegu kepadaku, ia sudah membenarkan saya tatkala sebagianorang mendustakan aku, beliau telah membantuku atas hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah suah menganugerahkan darinya kanak-kanak tatkala Allah enggak menganugerahkan kepadaku kanak-kanak dari wanita-wanita yang lain,\" (HR Ahmad no.24864)
Saat sira mengucapkan kalimat ini, beliau belum menikah atas Maria al-Qibtiyah.
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, \"Rasulullah memiliki tiga orang ananda; yang pertama Qasim, namanya menjadi makan Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat kala berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, dibilang juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga ialah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 ataupun 18 bulan.
Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah bersama Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari kolom Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah serta Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.
Rinciannya yaitu sebagai berikut :
Putri-putri Rasulullah
Para ulama sepakat bahwa total putri Rasulullah terlihat 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.
Pertama, putri pertama Rasulullah ialah Zainab binti Rasulullah.
Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang berjulukan Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berjalan sebelum sang abi diangkat menjadi rasul. Zainab serta ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan namun sang suami, Abu al-Ash, mantap dalam agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama abi dan saudari-saudarinya, sebab ikatannya dengan sang suami.
Beberapa lambat kemudian, setelahitu Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah mengamankan agamanya dan bertemu dengan sang ayah tersayang, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua wacana syahadat serta memeluk agama mertua serta istrinya. Keluarga kecil yang gembira ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Enggak lama kegembiraan tersebut terjadi, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan bikir mereka Umamah.
Setelah itu, adakala Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah SAW . Sebagaimana dalam sabda disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, saat shalat, apabila dia sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.
Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.
Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah oleh sahabat yang terhormat Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut dan berhijrah ke Habasyah saat musyrikin Mekah sudah sungguh keterlaluan dalam menyiksa dan memilukan orang-orang yang menganut. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamai Abdullah.
Ruqayyah dan Utsman pula turut dan dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Kala tinggal di Madinah mereka dihadapkan oleh ujian wafatnya putra tunggal mereka yang telah berusia 6 tahun.
Tak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia memelihara istrinya dan malar mengawasi keadaannya. Kala itu bersamaan atas terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tak bisa turut serta dalam pertempuran ini. Wafatlah ruqayyah bersamaan atas kedatangan Zaid bin Haritsah yang memberitakan kemenangan umat Islam di Badar.
Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.
Sesudah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dipanggil dzu nurain (pemilik dua cahaya) karna menikahi dua puti Rasulullah, sebuah kelebihan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.
Utsman beserta Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah undak-undakan hingga wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan berendeng dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.
Keempat, Fatimah binti Rasulullah.
Fatimah radhiallahu ‘anha ialah putri beruju Rasulullah SAW . Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, serta anak tersebut disapa Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berjarak lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.
Fatimah yaitu anak yang paling mirip dengan Rasulullah SAW dari gaya cakap dan gaya berjalannya. Jikalau Fatimah datang ke rumah si ayah, orangtuanya selalu menyambutnya oleh menciumnya dan bersimpuh bersamanya. Kecintaan Rasulullah pada Fatimah tergambar dalam cakap:
\"Fatimah adalah komponen dariku. Barangsiapa menyebabkannya marah, maka dia pun telah membuatku marah,\" (HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda:
\"Sebaik-baik wanita penduduk firdaus adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, bini Firaun,\" (HR. Ahmad).
Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup kala beliau wafat ialah Fatimah, kemudian dia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul dia. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah si ayah terkasih wafat meninggalkan dunia. Dia wafat pada 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.
Putra-putra Rasulullah
Pertama, al-Qashim bin Rasulullah.
Rasulullah berkunyah oleh namanya, beliau dibilang Abu al-Qashim (bapaknya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian serta wafat saat usia dua tahun.
Kedua, Abdullah bin Rasulullah.
Abdullah dinamai pula dengan ath-Thayyib maupun ath-Thahir. Ia dilahirkan pada waktu kenabian.
Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.
Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia merupakan anak terakhir dari Rasulullah SAW , dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria merupakan seorang abdi yang diberikan Muqauqis, pejabat Mesir, kepada Rasulullah. Berlanjut Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh UtusanTuhan SAW .
Usia Ibrahim tidak panjang, dia wafat pada tahun 10 H saat berumur 17 atau 18 bulan. Rasulullah amat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang selaku penyejuk hatinya ini. Selagi Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,
\"Sesungguhnya mata ini mencucurkan air mata dan nurani ini bersedih, tetapi kami tiada mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab ana. Sesungguhnya aku bersedih atas kepergianmu wahai Ibrahim,\" (HR. Bukhari).
Apabila kita lihat perjalanan hidup Rasulullah berbarengan anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang melimpah. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan puti yang merupakan ciri kesempurnaan ia sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba ia dengan mengambil satu setiap satu anaknya sebagaiman lampau mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, mama, kakek, lalu pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad SAW .
Allah juga tidak memperpanjang baya putra-putra beliau, salah satu hikmahnya adalah agar beberapaorang tidak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya menjadi Rasul setelah beliau. Bisa anda lihat, cucu dia Hasan dan Husein saja sudah membuat banyakorang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang adil, bagaimana gelagatnya kalau putra-putra sira dipanjangkan usianya serta memiliki keturunan? Tentu bakal menimbulkan cemoohan yang lebih besar.
Hikmah dari wafatnya darahdaging dan puti Nabi SAW juga sebagai acuan bagi banyakorang yang kehilangan salah satu putra atau bikir mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi SAW bersabar serta tidak melisankan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika satuorang kehilangan salah satu buahhatinya, maka Rasulullah suah kehilangan hampir semua anaknya
共0篇回复 每页10篇 页次:1/1
共0篇回复 每页10篇 页次:1/1
我要回复
回复内容
验 证 码
看不清?更换一张
匿名发表 
        版权所有 上海启迪实验设备有限公司 沪ICP备15058136号-1         
        联系电话:021-54717918   传真:021-54398016
        邮箱:qidisy@163.com
        地址:上海市奉贤区金大公路8258号
        技术支持 :千山科技